Social Items

Showing posts with label Info. Show all posts
Showing posts with label Info. Show all posts


Banyuwangi Festival 2020 telah resmi diluncurkan pada hari Rabo, 8 Januari lalu di Balairiung Soesilo Soedarman, Jakarta. Diresmikan langsung oleh Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Wishnutama Kusubandio dan Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas.

Sepanjang tahun ini, Banyuwangi  akan dihiasi dengan 123 event. Lebih banyak dari tahun sebelumnya yang hanya 99 event.

Agenda tahunan ini memang telah digelar sejak tahun 2012. Salah satu tujuannya untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat khususnya dari sektor pariwisata dan ekonomi kreatif. Dan terbukti bahwa di dalam agenda Banyuwangi Festival 2020 ini terdapat event hasil inisiatif dari sebagian warga .

Sebagian kegiatan masih mengangkat tema-tema yang masih banyak diminati terutama oleh kaum milenial. Mulai dari seni budaya, kuliner, sport tourism, industri kreatif, hingga potensi daerah.

Tahun ini telah disiapkan setidaknya ada 30 event yang baru. Seperti Jaranan Buto Milenial, Wongsorejo Corn Festival, Bluefire Ijen Chalenge, Kaliploso Horti Carnival, Women Cycling Chalenge, Banyuwangi Writers Festival, Banyuwangi International Geopark Walk.

jadwal-banyuwangi-festival-2020
Jadwal Banyuwangi Festival 2020
Sejumlah event yang masih rutin digelar setiap tahun diantaranya Banyuwangi Art Week, Gintangan Bamboo Festival, Tumpeng Sewu, Festival Toilet Bersih, Bangsring Underwater Festival, dll.

Demi meningkatkan usaha warung masyarakat dan mengangkat kuliner asli Banyuwangi, kembali akan diadakan dan bahkan lebih banyak dari tahun sebelumnya. Mulai dari Festival Pasar Wisata Kuliner, Banyuwangi Culinary Festival, Muncar Food Festival, Oling River Food, Alas Purwo Food Festival, Chocolate Food Festival, Festival Doyan Makan Ikan, Hingga Kuwung Culinary Festival.

Bagi Anda penggemar musik, nantikan Festival Musik Anak Negeri, Festival Musik Islam, Banyuwangi Agro Music Festival, Chocolate Jazz Festival, Student Jazz Festival, atau event yang paling banyak ditunggu yaitu Banyuwangi Jazz Festival.

Untuk berpergian dari Surabaya ke Banyuwangi, selalu gunakan layanan jasa kami --> Travel Banyuwangi - Surabaya PP

Beberapa event seperti Agribusiness Start-Up Competition, Festival Film Pendek, Festival Video Kreatif, Banyuwangi Painting & Photography Exhbition, dan sebuah event baru yaitu Decoration Vehicle telah diagendakan untuk meningkatkan sektor ekonomi kreatif.

Selain itu ada event yang akan rutin digelar setiap bulan yaitu Festival Lembah Ijen. Bahkan Banyuwangi Culture Everyday akan diadakan setiap hari agar para wisatawan dapat melihat seni budaya yang ada di Banyuwangi kapan pun mereka berkunjung.

Di event kelas internasional, sebut saja Banyuwangi International BMX, World Surf League Championship Tour, dan International Tour De Banyuwangi Ijen siap mengulang kesuksesan mendatangkan banyak wisatawan dari mancanegara.

Bagi anda yang mungkin tahun lalu belum sempat mengunjungi rangkaian Banyuwangi Festival, ada baiknya atur jadwal mulai dari sekarang agar tidak sampai ketinggalan event-event seru sepanjang tahun.



Inilah Jadwal Banyuwangi Festival 2020 yang berisi 123 Event

Banyuwangi Ethno Carnival 2017

Banyuwangi Ethno Carnival kembali digelar untuk ke tujuh kalinya di Banyuwangi. Yaitu pada tanggal 11 November 2017 bertempat di Taman Blambangan, Jalan Veteran Banyuwangi. Kali ini mengangkat tema “Majestic Ijen”.

Acara ini telah rutin digelar sejak tahun 2011 lalu. Dan telah mengangkat tema-tema budaya lokal seperti Gandrung, Damarwulan dan Kundaran, re- Barong Using, Kebo-keboan, The Mystic Dance of Seblang, Kemanten Using, dan The Legend of Sritanjung Sidopekso.

Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Puan Maharani dan Menteri Pariwisata Arif Yahya pun ikut menjadi saksi pagelaran yang digagas Bupati Abdullah Azwar Anas tersebut.

Banyuwangi Ethno Carnival 2017


Kekayaan tradisi, seni, dan budaya lokal masih menjadi tema utama dan merupakan ciri khas tersendiri. Menghadirkan sebanyak 160 karya busana yang dibagi menjadi 3 sub tema yaitu Api Biru (blue fire), belerang, dan landscape.

Bluefire yang merupakan fenomena langka yang hanya ada 2 di dunia, yang juga menjadi magnet wisatawan domestic maupun mancanegara. Terbukti dengan meningkatnya jumlah wisatawan tiap tahunnya. Dan tentu saja hiasan dan ornament warna biru yang menjadi ciri khas akan mendominasi pada tema kostum si api biru.

Banyuwangi Ethno Carnival "Majestic Ijen"


Kemudian belerang, Kaha Ijen adalah salah satu penghasil belerang terbesar. Setiap anda berkunjung ke sana, anda akan melihat penambang belerang dengan dandanannya yang khas. Memakai sepatu boot, mengalungkan sarung, dan tentu saja membawa belerang dari dasar kawah.

Banyuwangi Ethno Carnival 2107

Dan landscape Ijen, menggambarkan pemandangan di puncak gunung yang masih aktif ini. Dengan bermacam tumbuh-tumbuhan khas gunung, kontur gunung yang eksotis, serta perbukitan yang memukau.

Banyuwangi Ethno Carnival


Menurut Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas, “BEC menjadi ajang konsolidasi budaya, dan instrumen menumbuhkan semangat gotong royong dari semua pihak yang terlibat,".

"BEC mungkin secara kasat mata hampir sama dengan karnaval yang diselenggarakan di berbagai daerah. Namun kami memiliki ciri khas tersendiri yang menjadi daya tariknya, yakni tema busana yang kami tampilkan selalu menyajikan kekayaan tradisi dan budaya lokal. Inilah yang membuat kami berbeda," imbuhnya lagi.

Seusai menghadiri gelaran BEC di Taman Blambangan, Puan Maharani pun mengatakan, "Kearifan lokal itulah sebagai tema sekaligus jadi pembeda even ini dengan even serupa di berbagai daerah lainnya,".

50 Wisatawan dari Berbagai Negara Ikut Memeriahkan Banyuwangi Ethno Carnival 2017

Sejumlah 50 wisatawan mengenakan kostum penari gandrung dan pakaian ada suku using ikut dalam parade Banyuwangi Ethno Carnival. Mereka adalah wisatawan yang ditawari untuk ikut berpartisipasi dalam  acara tersebut.

Menurut salah satu wisatawan yang ikut mengaku sangat terkejut sekali saat bisa ikut berparade karena awalnya hanya ingin melihat saja. Saat ditawari, dia langsung mengiyakan walaupun cuacan saat itu cukup panas.

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Banyuwangi M Yanuarto Bramuda mengatakan, tampilnya 50 wisatawan mancanegara tersebut adalah salah satu strategi pemasaran dari Pemerintah Kabupaten Banyuwangi untuk menarik wisatawan asing berkunjung ke Banyuwangi.

Dan pada pagelaran Banyuwangi Ethno Festival pada 2018 akan mengangkat tema Puter Kayun. Adalah tradisi yang diadakan warga Boyolangu, Banyuwangi pada saat memasuki hari ke-10 Bulan Syawal. Seluruh warga berkumpul kemudian bersama-sama menaiki dokar (kereta kuda) hias menuju Pantai Watudodol yang jauhnya kurang lebih 15 km.

Tradisi ini digelar sebagai napak tilas jejak Ki Buyut Jakso, leluhur warga Boyolangu yang dipercaya sebagai orang yang pertama kali membangun jalan di kawasan utara Banyuwangi. Seperti apa wujud kostumnya nanti? Kita tunggu saja Banyuwangi Ethno Carnival 2018.

















Meriahnya Banyuwangi Ethno Carnival 2017

kopi-trans-banyuwangi
Kopi suguhan di Festival Ngopi Sepuluh Ewu (Photo by Erwin)
Festival Ngopi Sepuluh Ewu yang diadakan pada akhir pekan kemaren (21/10/2017) telah mengundang banyak pengunjung. Ribuan kopi disuguhkan di sepanjang jalan utama Desa Adat Kemiren, Kecamatan Glagah Banyuwangi, Jawa Timur.

Pada festival ini, jalanan dan latar rumah di Desa Kemiren berubah menjadi ruang tamu yang menyajikan kopi serta jajanan tradisional. Antara lain pisang rebus, rengginang, keripik gadung, serabi, lopis, ketan, dan klemben (bolu kering khas Banyuwangi).

Sepanjang jalan sejauh 1 Km dari pintu masuk Desa Kemiren dihiasi dengan oncor (obor) bambu yang membuat suasana menjadi teduh.
ngopi-sepuluh-ewu-banyuwangi
Suasana guyub dan hangat pada saat acara berlangsung (Photo by Erwin)

Pengunjung pun diperkenankan untuk duduk di tempat siapa saja. Mereka disuguhkan kopi dengan bentuk cangkir dan motif yang unik dan seragam.

Si tuan rumah akan menyambut dengan senyum ramah, kemudian mengajak ngobrol ringan. Suasana guyub dan hangat pun terasa. “Sak corot dadi saduluran” (sekali seduh kita bersaudara) menjadi semboyan pada festival yang telah digelar sejak 2014.
bupati-banyuwangi
Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas (Photo by Erwin)

Menurut Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas "Ngopi merupakan tradisi asli yang menggambarkan keramahan dan kemurahhatian warga Using. Melalui festival kami ingin melestarikan tradisi sekaligus menjadi ikhtiar pemkab untuk menjadikan Kemiren sebagai destinasi wisata daerah. Meski Kemiren bukan penghasil kopi, namun Kemiren kami yakini adalah tempat ngopi yang nyaman bagi wisatawan".

Selain itu, Festival Ngopi Sepuluh Ewu ini juga untuk memperkenalkan potensi kopi di Banyuwangi. Bahwa di Banyuwangi per tahunnya mampu memproduksi rata-rata hampir 9.000 dengan rincian 90 persen jenis robusta dan 10 persen arabika.

Baca juga : 12 Rekomendasi Hotel di Banyuwangi

"Event ini juga mendidik masyarakat proses menyajikan kopi dengan benar mulai penyangraian sampai penyeduhannya agar didapatkan cita rasa kopi yang tepat," kata Anas.

kopi-tradisional-banyuwangi
Menumbuk kopi secara tradisional (Photo by Erwin)

Desa Kemiren merupakan target untuk menjadi destinasi wisata kopi. Di tempat ini nanti para wisatawan yang datang dapat menjajal kopi dengan cara yang berbeda. Duduk di rumah penduduk warga suku asli Using Banyuwangi dan berbagi cerita dengan tuan rumahnya.

Jika Anda penasaran seperti apa? Ingin merasakan juga asiknya ngopi dengan suasanya yang berbeda, silahkan datang ke Desa Kemiren yang tidak jauh dari daerah Banyuwangi kota.

kopi-tradisional-banyuwangi
Menumbuk kopi secara tradisional (Photo by Erwin)





Kenalkan Kopi Banyuwangi lewat Festival Ngopi Sepuluh Ewu

Banyuwangi mempunyai banyak pilihan tempat wisata yang indah. Mulai dari fenomena bluefire di Kawah Ijen yang hanya ada 2 di dunia hingga Pulau Merah yang mempunyai pemandangan sunset paling eksotis. Namun selain itu, Banyuwangi juga memiliki ragam kuliner yang tak boleh terlewat saat berkunjung ke objek-objek wisata di ujung timur Pulau Jawa ini.

kuliner-khas-banyuwangi
Warung Sego Tempong Mbok Nah
Keragaman suku dan budaya di Banyuwangi juga membuat cita rasa makanan yang sangat bervariasi.

8 Rekomendasi Kuliner Saat Berkunjung ke Banyuwangi



Banyuwangi merupakan salah satu destinasi favorit para wisatawan lokal maupun mancanegara karena menawarkan banyak tempat wisata yang bisa dikunjungi. Mulai dari yang paling fenomenal Kawah Ijen dengan bluefire-nya, Pulau Merah, Teluk Hijau, Sukomade, G-lang, dll. Banyaknya tempat wisata di Banyuwangi yang bisa dikunjungi membuat para wisatawan betah berlama-lama berwisata di Banyuwangi.

Dalam hal tempat penginapan, hotel di banyuwangi pun menawarkan pilihan yang beragam. Ketapang Indah Hotel yang meskipun lokasinya agak jauh dari perkotaan, tapi memberikan suasana pantai yang asri. Atau Hotel Santika Banyuwangi yang berlokasi di perkotaan, memberikan kemudahan akses menuju tempat-tempat wisata dan pusat perbelanjaan oleh-0leh khas Banyuwangi. Selain itu, masih banyak pilihan hotel yang bisa dipilih menurut lokasi ataupun harganya. Berikut ini beberapa pilihan hotel yang bisa anda pilih saat berwisata di Banyuwangi.


No.
Nama Hotel
Harga
Alamat
1
Hotel Santika Banyuwangi
Rp 486.000 - 594.000,-
Jl. Letjen S Parman No. 15
Kec. Banyuwangi
(0333) 4465 123
2
Mirah Hotel Banyuwangi
Rp 410.000 - 690.000,-
Jl. Yos Sudarso No. 28
Kec. Banyuwangi
(0333) 420 600
3
Ketapang Indah Hotel
Rp 398.520 - 540.270,-
Jl. Gatot Subroto Km.6
Banyuwangi
(0333) 422 280
4
Manyar Garden Hotel
Rp 225.000 - 563.000,-
Jl. Gatot Subroto No. 110
Bulusan, Kalipuro, Banyuwangi
(0333) 424 741
5
Ijen Resort and Villas
Rp 1.065.000 - 1.120.000,-
Jl. Randu Agung, Licin
Kec. Banyuwangi
(0333) 420 800
6
Hotel Blambangan
Rp 499.000 - 618.000,-
Jl. Dr. Wahidin Sudiro husodo No. 04
Kepatihan, Banyuwangi
(0333) 411 222
7
Mahkota Hotel
Rp 250.000 - 450.000,-
Jl. Jember No. 55
Genteng
(0333) 846 555
8
Watu Dodol Resort
Rp 450.000,-
Jl. Raya Situbondo KM.14
Banyuwangi
(0333) 510 048
9
Hotel Mahkota Plengkung
Rp 250.000 - 390.000,-
Jl. Yos Sudarso No. 218
Kec. Banyuwangi
(0333) 416 586
10
Kalibaru Cottage
Rp 402.000 - 545.000,-
Jl. Raya Jember, Kalibaru
Banyuwangi
(0333) 897 333
11
Margo Utomo Hill View Cottage
Rp 560.000 - 830.000,-
Jl. Putri Gunung No.03
Kalibaru, Banyuwangi
(0333) 897 420
12
Ijen Cliff Resort
Rp 711.000 - 976.000,-
Desa Jelun RT 03/ RW 04
Kec. Licin, Kec. Banyuwangi
081235265573







































12 Pilihan Hotel di Banyuwangi

Banyuwangi mempunyai beragam destinasi wisata yang seakan tidak ada habisnya untuk dikunjungi. Mulai dari wisata pegunungan, pantai, alam bawah laut, goa, air terjun, hingga wisata religi dan budaya. membutuhkan waktu berhari-hari untuk dapat mengeksplore seluruh wisata yang ada di Banyuwangi. Berikut ini adalah 10 tempat wisata yang anda harus tahu jika ingin berwisata ke Banyuwangi.

1. Pulau Merah

sunset-pulau-merah-sumberagung-banyuwangi

Pulau merah menjadi destinasi wajib bagi anda jika ingin berpetualang bahari di Banyuwangi. Pantai yang mempunyai keunikan yaitu bukit setinggi 200 meter yang berada di hadapan pantai. Bukit tersebut dapat dikunjungi saat air laut sedang surut. Selain itu pulau merah mempunyai gelombang ombak yang besar dan cocok untuk peselancar pemula sekalipun. Dan memiliki panorama sunset keemasan yang  mempesona.


2. Teluk Hijau

taman-nasional-meru-betiri

Ingin menuju Pantai Sukomade, jangan lupa singgah dulu di Teluk Hijau. Letaknya masih dalam kawasan Taman Nasional Meru Betiri. Tepatnya sekitar 10 menit dari pintu masuk Taman Nasional. Kemudian melewati jalur setapak yang memerlukan waktu kurang lebih 1 jam. Atau juga bisa melalui jalur laut dengan menyewa perahu nelayan di Pantai Rajegwesi yang hanya memakan waktu 15 menit saja.


3. Pulau Tabuhan

snorkelling-bangsring-banyuwangi

Pulau Tabuhan dikenal karena pesona alam bawah lautnya yang indah. Jajaran terumbu karang dan ratusan jenis ikan di perairan Pulau Tabuhan membuat para pengunjungnya betah berlama-lama di dalam air. Tak hanya itu kondisi angin di Pulau Tabuhan memungkinkan untuk melakukan olahraga kite-surfing.


4. Blue Fire Kawah Ijen

bluefire-langka-dunia

Siapa yang tak kenal Kawah Ijen? Fenomena Blue Fire di Kawah Ijen dikenal luas hingga manca negara. Maka jangan heran jika hampir setiap hari selalu ada turis yang melancong di Kawah Ijen. Karena fenomena Blue Fire yang langka ini hanya ada 2 di dunia. Dan salah satunya ada di Banyuwangi.

Baca juga : 7 Tempat Wisata Alam di Desa Songgon Yang Wajib Dikunjungi


5. Air Terjun Lider


Air Terjun Lider merupakan air terjun tertinggi di Banyuwangi. Mempunyai ketinggian kurang lebih 60 meter. Terletak di lereng Gunung Raung, tepatnya di kawasan hutan lindung petak 74 Resort Pemangkuan Hutan Jambewangi. Untuk mencapai tempat ini dibutuhkan ekstra keberanian karena harus melewati pekatnya hutan dan sungai yang berjarak 8 Km dari perkampungan warga. Namun anda bisa merasakan udara yang sejuk serta petualangan yang seru.


6. Pantai Plengkung

surfing-ombak-terbesar-asia

Pantai Plengkung adalah salah satu destinasi wisata yang dikenal hingga manca negara. Merupakan surga bagi peselencar profesional karena memiliki ombak yang tinggi, memanjang, dan berkecepatan tinggi. Berada di kawasan Taman Nasional Alas Purwo yang dapat ditempuh dengan perjalanan selama kurang lebih 3 jam dari pusat kota.


7. Pantai Sukomade

pendaratan-penyu-terbesar-dunia

Pantai Sukomade merupakan salah satu penangkaran penyu terbesar di dunia. Berada dalam kawasan Taman Nasional Meru Betiri, Desa Sarongan Kecamatan Pesanggaran, Banyuwangi. Jika ingin menuju Pantai Sukomade sebaiknya menggunakan jeep atau trooper karena harus melewati jalan makadam ( jalan dari batu pecah yang diatur padat lalu ditimbuni kerikil ) setelah memasuki kawasan Taman Nasional Meru Betiri.


8. Pantai Wedi Ireng

pantai-mustika-banyuwangi

Rute menuju Pantai Wedi Ireng hampir sama dengan Teluk Hijau. Terdapat 2 jalur alternatif yaitu lewat darat dan laut dari Pantai Mustika. Melewati jalur darat memakan waktu hampir 1 jam, sedangkan jalur laut dengan jasa sewa perahu nelayan memakan waktu kurang lebih 20 menit. Pantai Wedi Ireng menawarkan suasana bahari yang alami, terhindar dari lalu lalang pedagang asongan dan warung-warung makanan.


9. Sadengan

taman-nasional-alas-purwo-banyuwangi

Banyuwangi juga memiliki padang rumput yang luas, yaitu di Sadengan. Terletak di kawasan Taman Nasional Alas Purwo. Di tempat ini kita bisa melihat berbagai fauna seperti banteng, lutung, rusa, babi hutan, dan beragam jenis burung.


10. Ekowisata Bedol

ekowisata-alas-purwo-banyuwangi
Ekowisata Bedol masih dalam kawasan Taman Nasional Alas Purwo. Pengunjungnya dapat menggunakan perahu yang telah disediakan pengelola untuk menyusuri segara anakan sambil menikmati suasana hutan mangrove yang masih alami dengan aneka satwanya.




10 Tempat Wisata Banyuwangi Yang Harus Anda Kunjungi