Social Items

Showing posts with label Blog Wisata. Show all posts
Showing posts with label Blog Wisata. Show all posts
Wisata Hutan De Djawatan, Benculuk, Banyuwangi

Sempatkan diri untuk mengunjungi objek wisata De Djawatan saat anda berwisata ke Banyuwangi. Suasana teduh serta pemandangan nan hijau akan menyambut Anda begitu memasuki kawasan ini.

Duduk bersantai di bawah pohon yang rindang dan menghirup udara yang segar tentu sangat menyenangkan. Ditambah lagi banyak spot yang menarik bisa anda jadikan tempat untuk berswafoto. Saking bagusnya pemandangan di sini, seringkali dijadikan tempat untuk membuat foto pra pernikahan. Tak hanya itu, terkadang juga pernah digunakan sebagai lokasi syuting film layar lebar.

Sejumlah Wisatawan Berfoto di Depan Tempat Wisata


Pohon-pohon trembesi di Hutan De Djawatan telah berumur lebih dari 100 tahun. Ukurannya begitu besar dan terdapat tumbuhan sejenis benalu  yang menumpang hidup di batang-batang pohon. Saat Anda berada di situ, akan serasa berada di hutan Fangorn dalam film The Lord Of The Ring.

Hutan lindung milik Perhutani KPH Banyuwangi Selatan ini sebenarnya merupakan tempat penimbunan kayu. Oleh karena itu di sekitar tempat tersebut banyak tumpukan balok kayu jati dan kendaraan pengangkut kayu tanpa izin yang disita oleh petugas.

Pohon Trembesi Hutan De Djawatan


Karena sering orang datang mengunjungi tempat tersebut untuk dijadikan spot fotodan tempatnya memang sangat mernarik, akhirnya disulap menjadi salah satu objek wisata hutan.

Untuk menambah daya tarik wisatawan, di tempat tersebut telah dibangun rumah pohon, kursi, serta jembatan kayu demi menarik perhatian pengunjung. Sehingga anda bisa membuat photo yang menarik untuk diunggah di social media.
Salah Satu Spot Foto Wisata Hutan De Djawatan

Menambah keseruan saat berwisata, anda bisa memacu adrenalin dengan bermain flying fox atau menyewa ATV untuk berkeliling di kawasan hutan De DJawatan. Atau sekedar untuk bersantai sambil menikati minuman dingin, warung-warung di tepian kawasan ini siap menyambut Anda.

Masuk ke tempat wisata Hutan Djawatan, Anda akan dikenakan tiket masuk sebesar Rp. 5.000 per orang dan tiket parkir Rp. 2.000 jika membawa kendaraan roda dua atau Rp. 5.000 untuk roda empat.

Bagaimana Cara Menuju ke Wisata Hutan De Djawatan?

Sangat mudah bagi Anda yang ingin mengunjungi tempat ini karena berlokasi dekat dengan jalan utama. Cukup temukan traffic light yang merupakan satu-satunya di Benculuk, maka anda pasti akan menemukannya. Karena lokasinya sangat berdekatan.

Jika Anda datang dari arah Jember, maka berada di sebelah kiri setelah traffic light. Bila dari arah Banyuwangi Kota, maka berada di sebelah kanan setelah Pasar Benculuk. Terdapat gapura masuk ke areal milik Perhutani yang terlihat dari jalan raya.



Kunjungi Wisata Hutan De Djawatan Benculuk Yang 'Instagrammable'



Liburan di Banyuwangi memang tak cukup selama dua atau tiga hari saja. Karena kabupaten yang berada di ujung pulau Jawa ini mempunyai banyak sekali pilihan destinasi mulai dari pantai, goa, air terjun, hingga fenomena langka yaitu Bluefire.

Mencari penginapan di Banyuwangi sebenarnya bukanlah hal yang sulit. Banyak hotel dan villa yang telah dibangun semenjak Banyuwangi terkenal karena Pariwisatanya.

Namun jika anda ingin mencari penginapan dengan suasana di tepi pantai, Villa Solong adalah pilihan yang dijamin tidak akan mengecewakan.

Anda pasti akan terpukau ketika tiba di Villa yang dibangun sekitar tahun 2016. Karena terdapat pemandangan eksotis yang akan membuat anda betah untuk berlama-lama. Ditambah lagi dengan keindahan sunset yang bisa anda nikmati sambil rebahan di teras villa.

Desain villa mengambil inspirasi dari rumah khas adat suku osing. Sebagian besar bangunannya terbuat dari kayu dan bambu sehingga membuat suasana hati nyaman dan tenang seperti menginap di pedesaan.




Hampir seluruh halaman area villa tertutup oleh rerumputan hijau. Dan terdapat jalan yang terbuat dari semen untuk berkeliling menikmati suasana sejuak di tengah pepohonan kelapa.

Keindahan pantai yang dikolaborasikan dengan taman rerumputan hijau yang dihiasi pepohonan kelapa merupakan salah satu kelebihan yang dimiliki Villa Solong. Sehingga akan membuat siapa pun akan betah saat menginap.

Sebagai falilitas pendukung, juga telah disediakan restoran, kolam renang, arena olahraga, spa, dan masih banyak lagi.

Lokasi Villa Solong

Beralamatkan di Jalan Yos Sudarso Kelurahan Klatak, Kecamatan Kalipuro, satu jalur menuju pelabuhan ketapang jika dari arah Banyuwangi Kota. Melewati jalan pemukiman warga yang berjarak sekitar 350 meter dari jalan raya.

Untuk menemukan lokasinya dibutuhkan sedikit ketelitian karena ukuran jalan masuknya kecil dan papan petunjuknya tidak terlalu kelihatan dari jauh.

Liburan ke Banyuwangi dengan peserta dalam jumlah banyak, gunakan layanan jasa kami --> Rental Bus Pariwisata Banyuwangi

Tarif Sewa

Dengan fasilitasnya yang lengkap seperti tempat tidur, dapur, AC, sofa, lemari es, teras, Villa Soloong mematok tarif mulai 1 jutaan hingga 3 jutaan per malam. Dan bisa diisi hingga 4 orang.

Karena baru tersedia 3 villa saja, maka rencakan jauh-jauh hari ketika ingin menginap di sini agar rencana liburan anda berjalan dengan lancar.

Kumpulan Foto Villa Solong Banyuwangi








Villa Solong, Penginapan Nyaman Di Tepi Pantai Banyuwangi




Lokasi Kawah Ijen ditutup untuk pendakian mulai hari Sabtu, 19 Oktober 2019. Penutupan ini resmi dikeluarkan oleh BKSDA Jawa Timur hingga waktu yang belum bisa dipastikan sampai kapan.

Hal tersebut dikarenakan kebakaran yang terjadi di lahan Gunung Ranti yang masih satu kawasan dengan Taman Wisata Alam Kawah Ijen. Banyaknya pohon yang tumbang  menyebabkan api lebih cepat menyebar.

Salah satu penyebab kebakaran diduga dari gesekan ranting di tengah cuaca yang sangat panas. Namun belum diketahui dengan pasti penyebab utama kebakaran yang telah mencapai lahan seluas sekitar 10 hektar.

Kebakaran berawal dari lahan Gunung Ranti pada hari Sabtu sore. Kemudian merambat ke kawasan Kawah Ijen pada hari Minggu. Dan menyebar hingga ke hutan konservasi Merapi Ungup-ungup.


Untuk menanggulangi hal tersebut, Pemkab Banyuwangi telah mengerahkan sejumlah mobil pemadam kebakaran yang untuk memadamkan api di lokasi kawah ijen yang terbakar.

Selain itu, tim SAR gabungan juga diturunkan untuk mengevakuasi empat pendaki Gunung Ranti yang terjebak kebakaran. Tidak menghabiskan waktu yang lama, keempat pendaki yang berasal dari Jember dan Malang berhasil diselamatkan sehingga kebakaran tersebut tidak sampai memakan korban jiwa.

Polres Banyuwangi pun juga telah membentuk satgas tanggap bencana darurat dan mengerahkan sejumlah personel untuk membersihkan sisa-sisa kebakaran.

Menurut Kapolres Banyuwangi, AKBP Taufik Herdiansyah Zeinardi, timnya telah diterjunkan ke lokasi kawah ijen yang terbakar untuk membersihkan puing-puing pohon yang roboh akibat kabakaran.

Untuk menghindari resiko terhadap wisatawan yang berkunjung, maka Taman Wisata Alam Kawah Ijen ditutup untuk sementara waktu. Dan belum diketahui kapan akan dibuka kembali.

Akhirnya setelah dilakukan penanganan, Kawah Ijen dibuka kembali. Berdasarkan surat edaran resmi dari BKSDA Jawa Timur.






Lokasi Kawah Ijen Ditutup Sementara Untuk Sementara Waktu

Indonesia kaya akan tempat-tempat wisata yang menarik dengan sajian panorama alamnya yang indah dan memukau. Tapi sayangnya masih banyak tempat yang masih tersembunyi dan tidak diketahui oleh banyak orang, sehingga tempat wisata tersebut jarang dikungjungi. Khususnya untuk beberapa tempat wisata Jawa Timur yang jarang dikunjungi oleh wisatawan.
tempat-wisata-jawa-timur-yang-jarang-dikunjungi
Pantai Noko, Gresik via blogkulo.com
Bila anda memiliki intensitas travelling yang cukup tinggi, maka anda bisa menjelajahi beberapa tempat wisata yang ada di Jawa Timur yang terbilang jarang dikunjungi tetapi sangat layak untuk dikunjungi. Bahkan banyak wisatawan mancanegara yang juga datang ke tempat-tempat wisata tersebut, sedangkan wisatawan lokal belum banyak yang tahu.

Tempat Wisata Jawa Timur Yang Jarang Dikunjungi Oleh Para Wisatawan

1. Teluk Biru
tempat-wisata-jawa-timur-yang-jarang-dikunjungi
Teluk Biru, Banyuwangi via ihategreenjello.com
Tak banyak yang tahu bahwa Banyuwangi mempunyai keindahan bawah laut yang sangat jarang dikunjungi wisatawan. Karena hanya bisa dikunjungi pada sekitar bulan November sampai April, saat kondisi arus dan cuaca sedang bersahabat di areal tersebut.

2. Pantai Gondo Mayit
tempat-wisata-jawa-timur-yang-jarang-dikunjungi
Pantai Gondo Mayit, Blitar via koswisata.blogspot.com
Pantai ini berlokasi di Blitar di Desa Tambak Rejo. Nama pantai yang satu ini pasti jarang didengar, tetapi pantai ini merupakan salah satu pantai yang indah di Jawa Timur. Pantai dengan pasir putihnya yang menarik, menjadi daya tarik tersendiri dari pantai tersebut. bahkan pantai ini juga unik karena tidak memiliki karang, sehingga anda bisa berenang dengan aman.

3. Air Terjun Madakaripura
tempat-wisata-jawa-timur-yang-jarang-dikunjungi
Air Terjun Madakaripura
Air terjun dengan pesona alam yang menakjubkan ini terletak di Probolinggo. Air terjun dengan jumlah ketinggian 200 M ini memang sangat memukau. Konon katanya tempat ini adalah tempat Patih Gajah Mada bermeditasi di masa lampau. Namun jika anda berwisata alam ke sini, sebaiknya berhati-hati karena akses jalannya cukup licin dan terjal.

4. Taman Nasional Meru Betiri
tempat-wisata-jawa-timur-yang-jarang-dikunjungi
Burung Julas Emas via merubetiri.id
Tempat wisata alam lainnya yang menarik tapi jarang dikunjungi adalah Taman Nasional Meru Betiri. Taman yang berukuran besar ini memiliki banyak binatang yang eksotis di dalamnya. Seperti misalnya binatang landak, kera ekor panjang, penyu, anjing hutan Indonesia, dan lain sebagainya. Berbagai tanaman langka juga bisa anda temui di sini.

Baca Juga : 10 Tempat Wisata Banyuwangi Yang Harus Anda Kunjungi


5. Pantai Jonggring Saloko
tempat-wisata-jawa-timur-yang-jarang-dikunjungi
Pantai Jonggring Saloko, Malang
Pantai yang satu ini terletak di Kota Malang, tetapi tidak cocok dijadikan tempat untuk berenang karena ada banyak karang yang tajam dan berbahaya. Sehingga jika anda berwisata ke pantai ini, anda hanya bisa menikmati pemandangannya saja. Keindahan pantai Jonggring ini ada pada pasirnya yang putih, air lautnya yang jernih, dan batu karang yang indah.

6. Pantai Rowo Indah
tempat-wisata-jawa-timur-yang-jarang-dikunjungi
Pantai Rowo Indah

Pantai Rowo Indah atau Pantai Gua Cina juga merupakan salah satu pantai yang jarang dikunjungi di Jawa Timur. Keunikan dari pantai ini adalah gelombang air laut dari arah barat, selatan dan timur yang bertemu dan menjadi satu. Pantai ini dinamakan pantai gua cina karena pantai itu pernah menjadi tempat bermeditasi para pertapa cina di zaman dahulu.

7. Pantai Klayar
tempat-wisata-jawa-timur-yang-jarang-dikunjungi
Pantai Klayar, Pacitan via pacitanku.com
Tempat berikutnya yang merupakan tempat wisata Jawa Timur yang jarang dikunjungi adalah Pantai Klayar. Pantai ini berlokasi di daerah Pacitan Jawa Timur. Pemandangan di sini sangat menawan, tempat ini juga memiliki potensi wisata yang sangat tinggi. Karena memiliki daya tarik dengan pasir putihnya yang memukau. Air di pantai ini pun sangat jernih dan indah.

8. Pulau Bawean
tempat-wisata-jawa-timur-yang-jarang-dikunjungi
Pulau Bawean, Gresik via petualangpantai.blogspot.com

Pulau yang satu ini letaknya di daerah Gresik. Pulau ini cocok untuk anda yang senang berenang di danau, anda juga bisa mendatangi Danau Kastoba sekaligus berenang di sana. Jika ingin melihat hamparan karang yang indah, anda bisa berkunjung ke Tanjung Gaang.

Anda bisa memilih beberapa tempat wisata yang jarang dikunjungi tersebut, agar banyak orang yang juga bisa menjelajahi tempat wisata di Indonesia dengan menikmati keindahan alam di sana.


8 Tempat Wisata Jawa Timur Yang Jarang Dikunjungi


doesoen kakao banyuwangi
Doesoen Kakao Banyuwangi

Doesoen Kakao telah memberikan warna baru bagi pariwisata di Banyuwangi, yaitu wisata edukasi tentang cara budidaya kakao dan pengolahan biji kakao hingga menjadi cokelat. Jadi selain berlibur menikmati pemandangan kebun kakao yang luas, para wisatawan juga akan diajak untuk melihat tiap tahapan dalam proses pengolahan biji cokelat.

Ada 2 jenis kakao yang tumbuh di areal perkebunan milik PTPN XII ini, yaitu Kakao Edel dan Kakao Bulk. Perbedaanya adalah jika kakao edel atau juga dikenal dengan cokelat mulia rasanya lebih lembut, sedangkan kakao bulk rasanya lebih sepat.

Kakao Edel merupakan komoditi paling istimewa karena hanya tumbuh di Indonesia. Oelh sebab itu, lahan seluas 1.200 hektar telah dijadikan lahan untuk Kakao Edel. Yang merupakan kakao terbaik dunia dan komoditi yang paling banyak untuk ekspor. Namun sekarang kita bisa menikmatinya di Doesoen Kakao.

doesoen kakao glenmore
Gapura Selamat Datang di Doesoen Kakao

Jika ingin merasakan liburan yang ada unsur edukasinya, tempat ini bisa dijadikan pilihan. Sambil merasakan sejuknya udara perkebunan, juga menambah wawasan kita tentang cokelat. Yang ternyata ada proses panjang dibaliknya cokelat yang selama ini kita konsumsi. Bahkan mungkin ada yang baru tahu bahwa cokelat yang biasa kita lihat sudah dalam bentuk kemasan itu asalnya dari biji kakao.

Para wisatawan akan diajak berkeliling ke kebun kakao. Melintasi jalur yang telah disediakan untuk melihat cara pembibitan, penanaman kakao serta pemeliharaanya. Dan juga berbagai aktifitas menarik lainnya di kebun.

Setelah berkeliling kebun, saatnya menuju ke ruangan khusus untuk menunjukkan proses pengolahan biji kakao. Ditemani oleh seorang pemandu yang menjelaskan secara detail tentang jenis-jenis biji kakao serta cara pengolahannya. Dan di akhir proses, kita bisa mencoba cokelat yang sudah siap dikonsumsi. Karena bahannya dari biji kakao terbaik dan belum dicampur dengan bahan lain, tentu rasanya lebih enak di banding cokelat yang biasa kita konsumsi.

Untuk mengobati rasa capek, kita bisa bersantai di Kafe Cokelat sambil minuman cokelat asli produk Glenmore. Uniknya, kafe tersebut merupakan bangunan kuno peninggalan zaman belanda. Dulunya dipakai untuk rumah sinder atau kepala kebun, tapi sekarang sudah di renovasi tanpa merubah bentuk aslinya menjadi sebuah kafe yang nyaman bagi wisatawan.
kafe cokelat doesoen kakao
Kafe Cokelat

front desk kafe cokelat
Front Desk Kafe Cokelat

ruangan di kafe cokelat
Ruangan di Kafe Cokelat

pabrik pengolahan cokelat
Pabrik Pengolahan Cokelat

pintu- masuk pabrik pengolahan cokelat
Pintu Masuk Pabrik Pengolahan Cokelat


Kawasan ini kita pula, kita bisa melihat pabrik pengolahan biji kakao yang masih aktif milik PTPN XII. Terdapat juga bak-bak pengolahan biji kakao serta lantai jemur yang luas. Dalam sehari bisa menghasilkan 50 Kg produk olahan cokelat yang nantinya akan diolah lagi menjadi cokelat batangan, permen cokelat, atau bubuk untuk minuman rasa cokelat.

Tarif Masuk Wisata

Untuk memasuki kawasan Doesoen Kakao, pengunjung hanya dikenakan tarif parkir. Untuk parkir kendaraan roda dua dikenakan tarif Rp. 2.000, kendaraan roda empat Rp. 5.000, dan untuk bus dikenakan Rp. 15.000.

Jika tertarik untuk mengetahui proses pengolahan cokelat, anda bisa mengikuti paket wisata edukasi yang ditawarkan. Untuk pelajar dikenakan Rp. 25.000 per orang, untuk wisatawan local Rp. 35.000 per orang, dan untuk wisatawan mancanegara Rp 55.000 per orang. Harga tersebut sudah termasuk tour guide, seeding process, tour plantation, tour factory, free Glen’s Choco Hot , free praline choco dan serifikat.

doesoen kakao glenmore
Patung Buah Kakao


taman doesoen kakao
Taman Doesoen Kakao


Lokasi Doesoen Kakao

Tidak begitu sulit untuk menemukan lokasinya karena jalan masuknya merupakan jalur lintas kota. Setelah memasuki Kawasan Glenmore, temukan pertigaan menuju perkebunan Kendenglembu atau Pabrik Gula Glenmore. Jalan tersebut satu-satunya jalan di daerah tersebut yang menggunakan konstruksi beton.

Sepanjang perjalanan anda akan disuguhi pemandangan perbukitan yang hijau dan indah. Maka tak heran jika salah satu kawasan perkebunan disitu dinamakan Afedling Pagar Gunung. Selain itu, deretan kebun kakao dan tebu akan menghiasi tepi jalan hingga anda tiba di tujuan.



Doesoen Kakao Hadirkan Wisata Edukasi Baru di Banyuwangi


jadwal-lengkap-banyuwangi-festival-2019

Jadwal Banyuwangi Festival 2019 telah diresmikan pada tanggal 29 Januari 2019 di Balairung Soesilo Soedarman, Gedung Sapta Pesona Kementrian Pariwisata, Jakarta. Lebih banyak dari tahun-tahun sebelumnya, rangkaian banyuwangi festival tahun ini berisi 99 event.

Dan telah diawali dengan event Banyuwangi Culture Everday yang akan digelar setiap malam selama sepanjang tahun di Taman Blambangan. Menampilkan atraksi seni budaya Banyuwangi yang dibawakan oleh pelajar-pelajar dari seluruh Kabupaten Banyuwangi. Dengan digelarnya acara ini, wisatawan bisa menyaksikan pagelaran seni budaya setiap hari tanpa harus menunggu pada tanggal tertentu.

Sebanyak 30 event diantaranya dikhususkan untuk generasi milenial. Hal ini dikarenakan pasar pariwisata saat ini didominasi oleh millenials. Maka dari itu sejumlah event disesuaikan dengan minat dan bakat mereka, salah satunya E-Sport Competition, event yang baru di Banyuwangi Festival 2019.

Pada rangkaian Banyuwangi Festival tahun ini terdapat setidaknya 14 event olahraga. Diantaranya Banyuwangi Chocolate Glenmore Run (16 Februari), Ijen Green Run (21 Juli), Tour de Ijen (23-26 September), Alas Purwo Geopark Run (17 November), dan Durian Famtrip Cycling (23 Nov). Event-event tersebut akan melewati desatinasi-destinasi wisata di Banyuwangi.

Sejumlah festival yang terbilang sukses pada tahun-tahun sebelumnya masih akan menghiasi pada Banyuwangi Festival tahun ini. Seperti festival Underwater, Gandrung Sewu, Ngopi Sepuluh Ewu, Kebo-keboan, hingga Tour De Ijen yang merupakan event kelas internasional.

Selain itu, juga terdapat beberapa event yang baru pada tahun ini yaitu Festival Juragan Pintar dan Festival Film Pendek.

Bagi penggemar musik, ada sekitar 16 event yang menanti. Seperti Chocolate Jazz, Festival Musik Jalanan, Jazz Pelajar, Jazz Pantai, Jazz Gunung, Angklung Caruk, dan Lalare Orchestra.

Untuk mengetahui lebih lengkapnya, berikut ini adalah jadwal lengkap Banyuwangi Festival 2019. Catat tanggalnya agar tidak sampai terlewatkan!

Perlu diketahui juga bahwa jadwal tersebut juga bisa Anda lihat di aplikasi android. Ketikkan saja "Banyuwangi Festival" pada kolom pencarian di playstore. Dengan aplikasi tersebut, Anda bisa mendapatkan infomasi tentang deskripsi event, lokasi, dan tiket apabila event berbayar. Dan tiketnya pun bisa langsung dipesan.

Yuk rencakan liburan Anda ke Banyuwangi!

Jadwal Lengkap Banyuwangi Festival 2019 Yang Berkonsep Anti Mainstream


Ingin menjelajahi desa yang kaya akan kekayaan alamnya? Datanglah ke Desa Songgon. Berjarak sekitar 30 menit perjalanan dari pusat kota Banyuwangi.

Desa songgon merupakan tempat wisata Banyuwangi yang menarik untuk dikunjungi. Sebuah desa yang juga merupakan lereng Gunung Raung ini telah berbenah dan mengembangkan potensi wisatanya.

Wisata di desa ini cocok sekali bagi anda yang senang menikmati keindahan hutan dan perkebunan. Anda akan menemui hutan pinus, air terjun, gumuk, rawa, serta pemandangan perbukitan yang hijau.

Udara sejuk dan segar akan langsung terasa begitu anda tiba di desa penghasil durian terbesar di Banyuwangi ini. Dimana saja tempat yang wajib Anda kunjungi?


1. Wisata Pinus Songgon
Gathering di Wisata Pinus Songgon

Pertama adalah Wisata Pinus Songgon. Teletak di Desa Sumberbulu Kecamatan Songgon.
Di sini anda akan menemui banyak spot untuk befoto. Salah satunya adalah spot deretan pohon pinus yang rindang layaknya lorong panjang. Ditambah lagi, terdapat pula rumah pohon yang bisa anda naiki dan berswafoto.
Rumah Pinus Songgon

Rafting di Sungai Kalibadeng

Photo via dokumentasi Wisata Pinus Songgon (WPS)

2. Air Terjun Lider
Air Terjun Lider (Photo by Gogon Aurora)

Bagi anda yang suka melintasi alam, bisa anda coba untuk mengunjungi Air Terjun Lider. Memiliki ketinggian 60 meter, membuat jatuhan airnya menjadi lembut dan indah untuk dinikmati.

Air terjun ini berlokasi di lereng timur Gunung Raung, yaitu di kawasan Resort Pengelolaan Hutan (RPH) Jambewangi, Bagian Kesatuan Pengelolaan Hutan (BKPH) Kali Setail, Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH) Banyuwangi Barat. Untuk mencapainya Anda harus berjalan kaki menyusuri hutan dan sungai sejauh kurang lebih 1 km.a

Baca juga : 8 Rekomendasi Kuliner Saat Berkunjung ke Banyuwangi

3. Karo Adventure
Camping Ground KARO (Photo by KARO)

Di tempat ini cocok sekali bagi anda yang ingin menikmati liburan bersama teman sekantor. Atau lebih tepatnya gathering perusahaan atau komunitas untuk mempererat kekerabatan, kekeluargaan, dan tali silaturrahmi.

Mempunyai arena bermain yang luas serta banyak pilihan aktifitas yang bisa anda lakukan. Mulai outbond, memanah, camping, hingga rafting di sungai kalibadeng yang deras.

4. Rowo Bayu
Rowo Bayu Songgon (Photo by fp Kemangi Osing)

Rowo Bayu adalah sebuah rawa dengan air berwarna hijau di tengah hutan pinus, tepatnya di Desa Bayu, Kecamatan Songgon. Di tempat yang sejuk dan tenang ini merupakan tempat bertemunya 3 mata air yaitu Sendang Keputren, Sendang Wigangga, dan Sendang Kamulyan.

5. Green Gumuk Candi
Green Gumuk Candi

Sebuah wisata baru berupa bukit yang dipercantik dengan spot-spot selfie yang menarik. Terletak di Dusun Candi, Kecamatan Songgon.

Selain bisa menikmati udara yang sejuk, Anda pun bisa berkeliling di sekitar dan menikmati pemandangan hutan serta perbukitan yang luas dari gubuk yang dibangun menyatu dengan pohon yang masih hidup.

6. Villa Bejong
Villa Bejong (Photo by Mimin KARO)

Berlokasi di Perkebunan Bayu Kidul, Desa Sumberarum, Kecamatan Songgon, masih satu jalur menuju Air Terjun Lider. Villa Bejong menyajikan udara sejuk serta pemandangan yang memanjakan mata. Sejauh mata memandang hanya bentangan warna hijau di perbukitan.

Terdapat  3 bangunan utama, pertama bangunan yang paling besar dengan arsitektur unik dan menarik, juga terdapat banyak kamar di bangunan ini. Kedua adalah Aula untuk beribadah yang bangunannya seperti menggantung, dan yang terakhir bangunan yang kecil tapi unik.

7. Air Terjun Telunjuk Raung
Air Terjun Telunjuk Raung (Photo via fp Kemangi Osing)

Banyuwangi memang memiliki banyak sekali wisata air terjun. Masih di lereng Gunung Raung, tepatnya di Desa Sumberarum, Kecamatan Songgon.

Terdapat air terjun setinggi 20 meter yang bentuknya menyerupai tangan yang sedang menujuk menggunakan jari telunjuk. Oleh sebab itulah warga setempat menamainya dengan Air Terjun Telunjuk Raung.

Anda bisa membasuh muka atau sekalian mandi dengan airnya yang sangat segar khas pegunungan. Dijamin Anda akan betah berlama-lama di sana.


Berwisata ke sebuah desa tentu menjadi pengalaman yang baru dan seru. Apalagi terdapat kekayaan alam yang menarik untuk dikunjungi seperti yang ada si Desa Songgon. Tertarik untuk datang ke sana?





7 Tempat Wisata Alam di Desa Songgon yang Wajib Dikunjungi

Banyuwangi Ethno Carnival 2017

Banyuwangi Ethno Carnival kembali digelar untuk ke tujuh kalinya di Banyuwangi. Yaitu pada tanggal 11 November 2017 bertempat di Taman Blambangan, Jalan Veteran Banyuwangi. Kali ini mengangkat tema “Majestic Ijen”.

Acara ini telah rutin digelar sejak tahun 2011 lalu. Dan telah mengangkat tema-tema budaya lokal seperti Gandrung, Damarwulan dan Kundaran, re- Barong Using, Kebo-keboan, The Mystic Dance of Seblang, Kemanten Using, dan The Legend of Sritanjung Sidopekso.

Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Puan Maharani dan Menteri Pariwisata Arif Yahya pun ikut menjadi saksi pagelaran yang digagas Bupati Abdullah Azwar Anas tersebut.

Banyuwangi Ethno Carnival 2017


Kekayaan tradisi, seni, dan budaya lokal masih menjadi tema utama dan merupakan ciri khas tersendiri. Menghadirkan sebanyak 160 karya busana yang dibagi menjadi 3 sub tema yaitu Api Biru (blue fire), belerang, dan landscape.

Bluefire yang merupakan fenomena langka yang hanya ada 2 di dunia, yang juga menjadi magnet wisatawan domestic maupun mancanegara. Terbukti dengan meningkatnya jumlah wisatawan tiap tahunnya. Dan tentu saja hiasan dan ornament warna biru yang menjadi ciri khas akan mendominasi pada tema kostum si api biru.

Banyuwangi Ethno Carnival "Majestic Ijen"


Kemudian belerang, Kaha Ijen adalah salah satu penghasil belerang terbesar. Setiap anda berkunjung ke sana, anda akan melihat penambang belerang dengan dandanannya yang khas. Memakai sepatu boot, mengalungkan sarung, dan tentu saja membawa belerang dari dasar kawah.

Banyuwangi Ethno Carnival 2107

Dan landscape Ijen, menggambarkan pemandangan di puncak gunung yang masih aktif ini. Dengan bermacam tumbuh-tumbuhan khas gunung, kontur gunung yang eksotis, serta perbukitan yang memukau.

Banyuwangi Ethno Carnival


Menurut Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas, “BEC menjadi ajang konsolidasi budaya, dan instrumen menumbuhkan semangat gotong royong dari semua pihak yang terlibat,".

"BEC mungkin secara kasat mata hampir sama dengan karnaval yang diselenggarakan di berbagai daerah. Namun kami memiliki ciri khas tersendiri yang menjadi daya tariknya, yakni tema busana yang kami tampilkan selalu menyajikan kekayaan tradisi dan budaya lokal. Inilah yang membuat kami berbeda," imbuhnya lagi.

Seusai menghadiri gelaran BEC di Taman Blambangan, Puan Maharani pun mengatakan, "Kearifan lokal itulah sebagai tema sekaligus jadi pembeda even ini dengan even serupa di berbagai daerah lainnya,".

50 Wisatawan dari Berbagai Negara Ikut Memeriahkan Banyuwangi Ethno Carnival 2017

Sejumlah 50 wisatawan mengenakan kostum penari gandrung dan pakaian ada suku using ikut dalam parade Banyuwangi Ethno Carnival. Mereka adalah wisatawan yang ditawari untuk ikut berpartisipasi dalam  acara tersebut.

Menurut salah satu wisatawan yang ikut mengaku sangat terkejut sekali saat bisa ikut berparade karena awalnya hanya ingin melihat saja. Saat ditawari, dia langsung mengiyakan walaupun cuacan saat itu cukup panas.

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Banyuwangi M Yanuarto Bramuda mengatakan, tampilnya 50 wisatawan mancanegara tersebut adalah salah satu strategi pemasaran dari Pemerintah Kabupaten Banyuwangi untuk menarik wisatawan asing berkunjung ke Banyuwangi.

Dan pada pagelaran Banyuwangi Ethno Festival pada 2018 akan mengangkat tema Puter Kayun. Adalah tradisi yang diadakan warga Boyolangu, Banyuwangi pada saat memasuki hari ke-10 Bulan Syawal. Seluruh warga berkumpul kemudian bersama-sama menaiki dokar (kereta kuda) hias menuju Pantai Watudodol yang jauhnya kurang lebih 15 km.

Tradisi ini digelar sebagai napak tilas jejak Ki Buyut Jakso, leluhur warga Boyolangu yang dipercaya sebagai orang yang pertama kali membangun jalan di kawasan utara Banyuwangi. Seperti apa wujud kostumnya nanti? Kita tunggu saja Banyuwangi Ethno Carnival 2018.

















Meriahnya Banyuwangi Ethno Carnival 2017